Kamis, 07 November 2013

Pengantar Telematika

Apa Telematika
Kata TELEMATIKA, berasal dari istilah dalam bahasa Perancis “TELEMATIQUE” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
konvergensi antara teknologi Telekomunikasi , Media dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem  digital.
Telematika juga merupakan sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik.
Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan suara (telepon, musik), huruf, gambar dan data atau kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal tersebut terjadi.
Jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet), dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet).


Siapa Pengguna Telematika
Pengguna Telematika :
*  Perpustakaan Elektronik
Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.

* Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

* Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah sebagai (mobile communication  technology).

* Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics). Untuk navigasi pada mobil, pesawat terbang ataupun kapal laut.

* E-Commerce Prinsip dasar dari e-commerce adalah proses jual beli yang dilakukan secara elektronik melalui internet. Proses jual beli yang dimaksud meliputi pemasangan iklan, melakukan pemesanan barang, melakukan pembayaran, sampai mengirim dokumen klaim. Karena e-commerce dapat diakses secara luas di seluruh dunia, maka proses jual beli pun terasa mudah sebab sudah tidak bergantung pada ruang dan waktu. Siapapun dapat membeli barang yang dijual di negara manapun dan kapanpun.

* E-Learning merupakan contoh dari berkembangnya dunia pendidikan dari cara konvensional (tatap muka di kelas) ke cara yang lebih terbuka melalui internet. Hal ini dapat terjadi karena adanya teknologi telematika yang dapat menghubungkan pengajar dengan muridnya. Kegiatan seperti memberikan materi belajar, melakukan ujian, mengirim tugas, mengecek nilai dapat dilakukan secara elektronik.


Kapan telematika
Pelaksanaa telematika di Indonesia..
Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Fungsinya meliputi:
1. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika.
2. Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika.
3. Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;
Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.

Dimana Telematika
Telematika dapat digunakan di berita resmi pemerintah seperti E-goverment (contoh : depok.go.id)transaksi perdagangan elektronik seperti E-commerce (contoh : bhinneka.com)pendidikan terbuka dengan modus jarak jauh dengan media internet atau web seperti E-learning (contoh : cai.elearning.gunadarma.ac.id)


Bagaimana Telematika
Perkembangan Telematika sebelum dan sesudah internet muncul..
Banyak cara mengenai cara bagaimana telematika itu digunakan. Sebelum ada internet media untuk telematika hanya berupa radio, pager, televisi, telegraf, dan telepon. Untuk berkomunikasi baik lokal maupun internasional tentunya masih sulit, karena biaya mahal, bahkan untuk mengirim surat butuh waktu yang cukup lama. Setelah muncul internet untuk melakukan komunikasi menjadi lebih mudah, mencari bahan untuk belajar juga lebih mudah. Setelah ada internet berkomunikasi bisa lebih cepat dan lebih murah, kita tidak perlu membayar tarif telepon internasional yang mahal bahkan bisa melakukan chatting dan video call. Mengirim surat juga bisa sampai sangat cepat dengan menggunakan email.



Selasa, 29 Januari 2013

Teori Penelitian dan Penulisan Ilmiah


TUJUAN
Tujuan pembuatan Penulisan Ilmiah adalah melatih mahasiswa untuk dapat menguraikan dan membahas suatu permasalahan secara  ilmiah dan dapat menuangkannya secara ilmiah dan menuangkannya secara teoritis, jelas dan sistematis.
Dalam melakukan penelitian, khususnya penelitian yang sifatnya uji hipotesis, maka mau tidak mau kita harus menelaah teori-teori yang akan digunakan. Hal ini dilakukan, karena suatu hipotesis, dugaan, asumsi, dibangun berdasarkan teori yang dihasilkan dari suatu bacaan.

Teori adalah alat terpenting suatu ilmu pengetahuan. Artinya, tanpa teori berarti hanya ada serangkaian fakta atau data saja, dan tidak ada ilmu pengetahuan. Teori itu: [a] menyimpulkan generalisasi fakta-fakta, [b] memberi kerangka orientasi untuk analisis dan klasifikasi fakta-fakta, [c] meramalkan gejala-gejala baru, mengisi kekosongan pengetahuan tentang gejala-gejala yang telah ada atau sedang terjadi.
Teori merupakan definisi yang dipakai peneliti untuk menggambarkan secara abstrak suatu fenomena sosial ataupun fenomena alami. Atau Teori, serangkaian konsep, definisi, dan proposisi yang saling berkaitan dan bertujuan untuk memberikan gambaran sistematis tentang suatu fenomena (sosial).
Teori mengandung tiga hal: Pertama, teori serangkaian proposisi antara konsepkonsep yang saling berhubungan. Kedua, teori menerangkan secara sistematis suatu fenomena sosial dengan cara menentukan hubungan sosial antara konsep. Ketiga,teori menerangkan fenomena tertentu dengan cara menentukan konsep mana yang berhubungan dengan konsep lainnya dan bagaimana bentuk hubungannya.

Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung, berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomena fenomena. Penelitian ilmiah sering di asosiasikan dengan metode ilmiah sebagai tata cara sistematis yang digunakan untuk melakukan penelitian.
Penelitian ilmiah juga menjadi salah satu cara untuk menjelaskan gejala-gejala alam. Adanya penelitian ilmiah membuat ilmu berkembang, karena hipotesis-hipotesis yang dihasilkan oleh penelitian ilmiah seringkali mengalami retroduksi.
I.              Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman daftar isi berfungsi untuk memudahkan pembaca mengetahui di halaman mana bab yang ingin dibacanya. daftar isi biasanya diletakkan setelah kata pengantar. daftar isi dibuat secara berurutan dari halaman paling awal hingga halaman paling akhir termasuk lampiran yang terdapat dalam makalah tersebut.

II.            Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan ilmiah. di dalam kata pengantar kita bisa menuliskan ucapan terimakasih kepada siapa saya yang pernah terlibat dalam pembuatan makalah, saya berikan contoh. terimakasih kepada Allah yang telah memberikan kesehatan selama proses pembuatan makalah ini. 

III.           Abstrak (Rangkuman/Inti sari)
Umumnya tidak lebih dari 200 kata, ditulis dalam satu paragraph
Ditulis untuk memotivasi orang agar membaca malakah
Berisi ringkasan makalah dengan memberikan penekanan pada:
a.     Masalah yang diselesaikan
b.    Metode yang dipakai
Hasil utama yang diperoleh

IV.           Pendahuluan
Pada bab pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
1.1  Latar belakang
Menguraikan tentang alasan penulis dan motivasi terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
1.2  Rumusan masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan dalam penelitian yang bersangkutan
1.3  Tujuan penelitian
Menggambarkan hasil-hasil yang diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban masalah yang diteliti
1.4  Sistematika penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari penulisan ilmiah atau skripsi

V.            Tinjauan pustaka / Landasan teori Isi dari tinjauan pustaka :

Bagian ini berisi 4 (empat) bagian utama yaitu:
·          Landasan teoritis. Bagian landasan teoritis memuat  tentang teori dasar yang relevan yang berasal dari pustaka mutakhir yang memuat teori, proposi, konsep atau pendekatan terbaru yang ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan untuk mencegah replikasi.
·          Hasil-hasil penelitian terdahulu/Kajian Empiris. Bagian ini memuat tentang fakta-fakta atau hasil kajian empiris yang relevan dengan judul/topik penelitian.
·          Kerangka Pemikiran. Kerangka berpikir penelitian di sintesis, di abstraksi dan di ekstrapolasi dari berbagai teori dan pemikiran ilmiah yang mencerminkan paradigma sekaligus tuntunan untuk memecahkan masalah penelitian dan merumuskan hipotesis.
·          Hipotesis Penelitian. Hipotesis merupakan proposisi keilmuan yang dilandasi oleh kerangka berpikir penelitian dengan penalaran deduksi dan merupakan jawaban sementara secara teoritis terhadap permasalahan yang dihadapi yang dapat diuji kebenarannya berdasarkan berdasarkan fakta empirik.

1.      Daftar pustaka
Daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel- artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi orang awam, bibliografi mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana seorang calon sarjana. atau seorang cendekiawan, daftar kepustakaan itu merupakan suatu hal yang sangat penting.
2.      Cara merujuk
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.

VI.            Kesimpulan 

Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa teori adalah merupakan seperangkat proposisi yang menggambarkan suatu gejala terjadi seperti itu. Proposisi proposisi yang dikandung dan yang membentuk teori terdiri atas beberapa konsep yang terjalin dalam bentuk hubungan sebab-akibat.

Dengan demikian teori juga bisa dikatakan suatu rangkaian prosedur-prosedur secara sistematis untuk membuat seperangkat konsep definisi dan proposisi yang mampu menjelaskan,meramalkan dan pengendalian sesuatu fenomena-fenomena untuk menemukan pengetahuan baru.

Sumber :
       
http://sanaky.staff.uii.ac.id/2011/07/02/teori-dalam-penelitian/#_ftn1
http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_ilmiah
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/11/pengertian-daftar-pustaka-kutipan-dan-catatan-kaki-2/
http://www.sisilain.net/2011/09/contoh-daftar-isi.html
http://belajarpsikologi.com/tag/pengertian-kata-pengantar/
http://pusatstudi.gunadarma.ac.id
/http://www.pustakasekolah.com/panduan-penulisan-proposal-penelitian-skripsi-llengkap.html

                 




Senin, 24 Desember 2012

Contoh Artikel Kalimat Tidak Efektif dan Kalimat Efektif


Contoh kalimat Tidak Efektif
  Beribadah adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh semua penganut ajaran agama dengan ikhlas, penuh keyakinan dan mengharap ridho dari tuhan yang maha esa, tanpa dimaksudkan untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan. Karena tidak sedikit umat atau seseorang yang melaksanakan kegiatan ibadah hanya pada saat sedang menginginkan sesuatu agar bisa tercapai dan terpenuhi, dan setelah mendapatkannya maka akan lupa bahkan sama sekali tidak melakukan ibadah kembali. Itulah sebabnya dikatakan bahwa beribadah harus dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tanpa mengharapkan apa-apa selain ridho dari tuhan.

  Kegiatan beribadah pada saat ini kadang menjadi salah persepsi atau anggapan, bahkan disalah artikan hanya sebagai sarana untuk mendapatkan sesuatu tanpa melihat kembali makna dan kandungan yang sebenarnya. Inilah yang menyebabkan pada akhirnya mereka yang beribadah dengan tidak ikhlas akan kecewa jika apa yang diharapkannya tidak terwujud, tanpa mengambil hikmah yang terkandung dalam kegagalan tersebut. Jika seseorang sudah merasa gagal dalam mencapai tujuannya melalui beribadah, maka akan hilang keyakinan dalam dirinya bahwa beribadah hanyalah sesuatu yang sia-sia. Tentunya hal ini sangatlah naif karena beribadah adalah kewajiban, jika ada kewajiban maka akan ada hak yang didapatkan oleh si pelaku ibadah tersebut tanpa bisa diketahui kapan dan apa yang akan tuhan berikan kepadanya.


Contoh Kalimat Efektif
  Beribadah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh semua penganut ajaran agama dengan ikhlas, penuh keyakinan dan mengharap ridho dari tuhan yang maha esa, agar mendapatkan tujuan yang diinginkan. tidak sedikit umat atau seseorang yang melaksanakan kegiatan ibadah pada saat sedang menginginkan sesuatu agar bisa tercapai dan terpenuhi. setelah mendapatkannya maka akan lupa bahkan sama sekali tidak melakukan ibadah kembali. Itulah sebabnya dikatakan bahwa beribadah harus dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tanpa mengharapkan apa-apa selain ridho dari tuhan.

  Kegiatan beribadah saat ini kadang menjadi salah persepsi atau anggapan, bahkan disalah artikan hanya sebagai sarana untuk mendapatkan sesuatu tanpa melihat kembali makna dan kandungan yang sebenarnya. Inilah yang menyebabkan pada akhirnya mereka yang beribadah dengan tidak ikhlas akan kecewa jika apa yang diharapkannya tidak terwujud, tanpa mengambil hikmah yang terkandung dalam kegagalan tersebut. Jika seseorang sudah merasa gagal dalam mencapai tujuannya melalui beribadah, maka akan hilang keyakinan dalam dirinya saat melakukan ibadah hanyalah sesuatu yang sia-sia. Tentunya hal ini sangatlah naif karena ibadah adalah kewajiban, jika ada kewajiban maka akan ada hak yang didapatkan oleh si pelaku ibadah tersebut tanpa bisa diketahui kapan dan apa yang akan tuhan berikan kepadanya.

sumber : http://www.contoh-artikel.com/2012/06/beribadah-dengan-ikhlas/







Minggu, 23 Desember 2012

KALIMAT EFEKTIF


PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulis yang memiliki sekurang-kurangnya subjek dan predikat.Bagi seorang pendengar atau pembaca, kalimat adalah kesatuan kata yang mengandung makna atau pikiran.Sedangkan bagi penutur atau penulis, kalimat adalah satu kesatuan pikiran atau makna yang diungkapkan dalam kesatuan kata.
Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian edektif dalam kalimat adalah ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula.
Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa:
1.Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. (Rahayu: 2007)
2.Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan: 2001)
3.Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989)
4.Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi: 2009)
Dari beberapa uraian di atas dapat diambil kata kunci dari definisi kalimat efektif yaitu sesuai kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami.Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.
Ciri-ciri kalimat efektif:
1. KESEPADANAN STRUKTUR BAHASA
·         Kesepadanan ialah keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan.
·         Kesepadanan kalimat dibangun melalui kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.
·         Kesatuan menunjuk bahwa dalam satu kalimat hendaknya hanya ada satu ide pokok.
·         Satu ide pokok tidak diartikan sebagai ide tunggal, tetapi ide yang dapat dikembangkan ke dalam beberapa ide penjelas.
BEBERAPA CIRI KESEPADANAN
·         Mempunyai struktur jelas.
·         Kejelasan subjek dan predikat dapat dilakukan dengan tidak menggunakan kata depan: di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya yang ditempatkan di depan subjek.
·         Tidak terdapat subjek ganda.
·         Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.
Contoh-contoh Kesepadanan
·         Kepada setiap pengendara mobil di Surabaya harus memiliki surat izin mengemudi = subyeknya tidak jelas.
·         Tentang kelangkaan pupuk mendapat keterangan para petani. à unsur S-P-O tidak berkaitan erat
Mestinya
·         Setiap pengendara mobil di Surabaya harus memiliki surat izin mengemudi.
·         Para petani mendapat keterangan tentang kelangkaan pupuk.
2. KEPARALELAN ATAU KESEJAJARAN BENTUK
·         Keparalelan atau kesejajaran bentuk adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat.
·          Bila bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina.
·         Demikian pula bila menggunakan bentuk-bentuk lain.
Contoh-contoh Kepararelan:
1. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah pengecatan tembok, memasang lampu, pengujian sistem pembagian air, dan menata ruang.
2. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara wajar
3. KETEGASAN ATAU PENEKANAN KATA
·         Merupakan perlakuan khusus pada kata tertentu dalam kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.
·         Ada beberapa cara penekanan dalam kalimat:
1. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu pada awal kalimat
2. Melakukan pengulangan (repetisi)
3. Melakukan pengontrasan kata kunci
4. Menggunakan partikel penegas
Penekanan Kata :
1. Menempatkan kata yang ditonjolkan di awal kalimat.
·         Sumitro menjelaskan bahwa manusia mempunyai kecenderungan tidak puas.
·         Persoalan itu dapat diselesaikan dengan mudah.
2. Repetisi
Ø  Saudara-saudara, kita tidak suka dibohongi, kita tidak suka ditipu, kita tidak suka dibodohi
Ø  Pembangunan dilihat sebagai proses yang rumit dan mempunyai banyak dimensi, tidak hanya berdimensi ekonomi tapi juga dimensi politik, dimensi sosial, dan dimensi budaya
3. Pengontrasan kata kunci
Ø  Informasi ini tidak bersifat sementara, tetapi bersifat tetap.
Ø  Peserta kegiatan ini adalah laki-laki, bukan perempuan.
4. Partikel Penegas
Ø  Andalah yang bertanggung jawab menyelesaikan masalah itu
Ø  Meskipun hujan turun, Ia tetap bersemangat berangkat ke sekolah
4. KEHEMATAN KATA
o   Kehematan adalah upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu jadi  kata menjadi padat berisi.
Dapat dilakukan dengan cara:
o   Menghilangkan pengulangan subyek
o    Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata
o   Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
o    Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
1.    Contoh Menghilangkan pengulangan subyek
o   Karena ia tak diundang, dia tidak dating ke tempat itu.
Mestinya menggilangkan kata ia
1.    Contoh Menghindarkan pemakaian superordinate pada hiponimi kata
o   Mira adalah gadis yang memakai bajuwarna merah
Mestinya menggilangkan kata warna
1.    Contoh Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
o   Jangan naik ke atas karena licin.
Mestinya menggilangkan kata ke atas
Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
o   Ia mengambil semua jeruk-jeruk yang masih ada di meja.
5.KESATUAN GAGASAN
o   Kesatuan gagasan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.
o   Contoh:
o   Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru.
6.KELOGISAN
o   Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
Contoh:
o   Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki
o    Kepada ibu Intha, waktu dan tempat kami persilakan.
o    Jalur ini terhambat oleh iring-iringan jenazah.
 Sumber : suhandiah.ppt.bahasa indonesia

Minggu, 28 Oktober 2012

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)


Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.
Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan.


Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).
Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul "Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan".


Pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah".


Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:
• 'tj' menjadi 'c' : tjutji → cuci
• 'dj' menjadi 'j' : djarak → jarak
• 'oe' menjadi 'u' : oemoem -> umum
• 'j' menjadi 'y' : sajang → sayang
• 'nj' menjadi 'ny' : njamuk → nyamuk
• 'sj' menjadi 'sy' : sjarat → syarat
• 'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir
• awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan penulisannya. Kata depan 'di' pada contoh "di rumah", "di sawah", penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara 'di-' pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.


EYD mencakup penggunaan dalam 12 hal, yaitu penggunaan huruf besar (kapital), tanda koma, tanda titik, tanda seru, tanda hubung, tanda titik koma, tanda tanya, tanda petik, tanda titik dua, tanda kurung, tanda elipsis, dan tanda garis miring.


1. Penggunaan Huruf Besar atau Huruf Kapital :

Huruf pertama kata ganti "Anda"
- Ke mana Anda mau pergi Bang Toyib?
- Saya sudah menyerahkan uang itu kepada Anda setahun yang lalu untuk dibelikan PS3.

2. Tanda Koma (,)

Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Misalnya:
• Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
• Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan perangko.
• Satu, dua, ... tiga!
3. Tanda Titik (.)

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Misalnya:
• Ayahku tinggal di Solo.
• Biarlah mereka duduk di sana.
• Dia menanyakan siapa yang akan datang.
• Hari ini tanggal 6 April 1973.
• Marilah kita mengheningkan cipta.
• Sudilah kiranya Saudara mengabulkan permohonan ini.
4. Tanda Seru (!)

Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat. Misalnya:
• Alangkah seramnya peristiwa itu!
• Bersihkan kamar itu sekarang juga!
• Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak-istrinya!
• Merdeka!
5.Tanda Hubung (–)

Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris.
Misalnya:
• Kini ada cara yang baru untuk meng-
ukur panas.
• Kukuran baru ini memudahkan kita me-
ngukur kelapa.
• Senjata ini merupakan alat pertahan-
an yang canggih.
Akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.
6. Tanda Titik Koma (;)

Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. Misalnya:
• Malam makin larut; pekerjaan belum selesai juga.

7. Tanda Tanya (?)

Tanda tanya dipakai pada akhir tanya. Misalnya:
• Kapan ia berangkat?
• Saudara tahu, bukan?
8. Tanda Petik ("...")

Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. Misalnya:
• "Saya belum siap," kata Mira, "tunggu sebentar!"
• Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, "Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia."

9. Tanda Titik Dua (:)

Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. Misalnya:
• Kita sekarang memerlukan perabotan rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
• Hanya ada dua pilihan bagi pejuang kemerdekaan itu: hidup atau mati.

Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan Misalnya:
• Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
• Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan.
10. Tanda Kurung ((...))

Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan.
Misalnya:
• Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu.
11. Tanda Elipsis (...)

Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.
Misalnya:
• Kalau begitu ... ya, marilah kita bergerak.

12. Tanda Garis Miring (/)
Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Misalnya:
No. 7/PK/1973
Jalan Kramat III/10
tahun anggaran 1985/1986

Nama  : Apriliana Rusti Atikasari (10110964)
              Mira Rosalina (14110412)
Kelas   : 3 KA 29

Referensi  :
- http://keranggan.blogspot.com/2009/12/ejaan-yang-disempurnakan-eyd.html 


Jumat, 05 Oktober 2012

ETIKA ILMIAH


Etika dan Ilmiah memiliki masing-masing pengertian ,  Etika secara etimologi berasal dari kata Yunani, yaitu ethos memiliki watak kesusilaan atau adat. Dan secara terminologi, etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungan dengan baik maupun buruk, adapun pengertian lainnya mengenai etika yakni ilmu yang membahas perbuatan manusia sejauh yang  dapat di pahami oleh pikiran manusia. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi.dan di situlah etika merupakan  suatu ilmu yang objek dari tingkah laku manusia yang memiliki banyak perbedaan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, etika juga memiliki sudut pandang normatif maksudnya etika di lihat dari sudut pandang yang berbeda baik dan buruk perbuatan manusia.

   Mempelajari etika tujuan nya untuk mendapatkan konsep yang sama mengenal penilaian baik dan buruk bagi semua manusia  dalam ruang dan waktu tertentu. Etika biasanya disebut ilmu pengetahuan normatif sebab etika menetapkan ukuran bagi perbuatan manusia denga penggunaan norma tentang baik dan buruk. Dan sedangkan Ilmiah memiliki arti bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan, memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Dalam kamus ilmiah popular, ilmiah berarti keilmuan, ilmu pengetahuan, sains. Etika ilmiah memang sangat di perlukan dalam menuliskan karya ilmiah.

   Ilmu filsafat sebagai usaha ilmiah dibagi menjadi beberapa cabang menurut lingkup bahasannya masing-masing. Dan cabang-cabang itu di bagimenjadi dua kelompok bahasan yaitu filsafat teoritis dan filsafat praktis. Kelompok pertama mempertanyakan segala sesuatu yang ada, sedangkan kelompok kedua membahas bagaimana manusia bersikap terhadap apa yang ada tersebut. filsafat teoritis mempertanyakan dan berusaha mencari jawabannya tentang segala sesuatu misalnya manusia, alam, hakikat realistas sebagai keseluruhan, tentang pengetahuan, tentang apa yang kita ketahui, tentang yang transenden, dan sebagainya. Dalam hal ini filsafat teoritis pun mempunyai maksud dan berkaitan dengan hal-hal yang bersifat praktis, karena pemahaman  menggerakkan kehidupan.

   Etika individual membahas kewajiban manusia terhadap diri sendiri dalam kaitannya dengan kedudukan manusia sebagai warga masyarakat. Etika social membicarakan tentang kewajiban manusia sebagai anggota masyarakat atau umat manusia. Dalam masalah ini etika individual tidak dapat dipisahkan dengan etika social menyangkut hubungan manusia dengan manusia lain baik secara langsung maupun dalam bentuk kelembagaan (keluarga, masyarakat, dan Negara), sikap kritis terhadap pandangan-pandangan dunia, ideologi-ideologi maupun tanggung jawab manusia terhadap lingkungan hidup. Jadi etika sosial tentang ilmuwan yang baik (etika ilmiah) adalah salah satu jenis etika khusus, disamping etika-etika khusus lainnya, seperti etika profesi, etika politik, etika bisnis.

   Adapun Etika sosial berfungsi membuat manusia menjadi sadar tentang tanggung jawabnya sebagai manusia dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat, menurut semua dimensinya. Demikian juga etika profesi merupakan etika khusus dalam etika sosial mempunyai tugasdan tanggung jawab kepada ilmu dan profesi yang disandangnya. Dalam ini, para ilmuwan harus berorientasi pada rasa sadar akan tanggung jawab profesi dan tanggung jawab sebagai ilmuan yang melatar belakangi corak pemikiran ilmiah dan sikap ilmiahnya. Para ilmuwan sebagai professional di bidang  keilmuwan tentu perlu memiliki visi moral, yang dalam filsafat ilmu disebut sebagai sikap ilmia, yaitu suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif, yang bebas dari prasangka pribadi, dapat dipertanggung jawabkan secara sosial dan kepada sang penciptanya. Sikap ilmiah harus di miliki oleh setiap ilmuwan . hal ini disebabkan oleh karena sikap ilmiah adalah suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif. Sikap ilmiah bagi seorang ilmuwan bukanlah membahas tentang tujuan dari ilmu, melainkan bagaimana cara untuk mencapai suatu ilmu yang bebas dari prasangka pribadi dan dapat dipertanggung jawabkan kepada Tuhan artinya selaras dengan kehendak manusia dan kehendak tuhan.

   Adapun sikap ilmiah yang perlu dimiliki oleh para ilmuwan sedikitnya ada enam, yaitu:
1.Tidak ada rasa pamrih (disinterstedness), merupakan sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif dan menghilangkan pamrih.
2.Bersikap selektif, yaitu suatu sikap yang tujuannya agar para ilmuwan mampu mengadakan pemilihan terhadap segala sesuatu yang dihadapi.
3.Adanya rasa percaya yang layak baik terhadap kenyataan maupun terhadap alat-alat indera serta budi (mind).
4.Adanya sikap yang berdasar pada suatu kepercayaan (belief) dan dengan merasa pasti (conviction) bahwa setiap pendapat atau teori yang terdahulu telah mencapai kepastian.
5.Adanya suatu kegiatan rutin bahwa ilmuwan harus selalu ada dorongan untuk riset. Dan riset atau penelitian merupakan aktifitas yang menonjol dalam hidupnya.
6.Memiliki sikap etis (akhlak) yang selalu berkehendak untuk mengembangkan ilmu bagi kemajuan ilmu dan untuk kebahagiaan manusia.


Referensi : http://vhocket.wordpress.com/2011/10/12/etika-ilmiah/