Selasa, 29 Januari 2013

Teori Penelitian dan Penulisan Ilmiah


TUJUAN
Tujuan pembuatan Penulisan Ilmiah adalah melatih mahasiswa untuk dapat menguraikan dan membahas suatu permasalahan secara  ilmiah dan dapat menuangkannya secara ilmiah dan menuangkannya secara teoritis, jelas dan sistematis.
Dalam melakukan penelitian, khususnya penelitian yang sifatnya uji hipotesis, maka mau tidak mau kita harus menelaah teori-teori yang akan digunakan. Hal ini dilakukan, karena suatu hipotesis, dugaan, asumsi, dibangun berdasarkan teori yang dihasilkan dari suatu bacaan.

Teori adalah alat terpenting suatu ilmu pengetahuan. Artinya, tanpa teori berarti hanya ada serangkaian fakta atau data saja, dan tidak ada ilmu pengetahuan. Teori itu: [a] menyimpulkan generalisasi fakta-fakta, [b] memberi kerangka orientasi untuk analisis dan klasifikasi fakta-fakta, [c] meramalkan gejala-gejala baru, mengisi kekosongan pengetahuan tentang gejala-gejala yang telah ada atau sedang terjadi.
Teori merupakan definisi yang dipakai peneliti untuk menggambarkan secara abstrak suatu fenomena sosial ataupun fenomena alami. Atau Teori, serangkaian konsep, definisi, dan proposisi yang saling berkaitan dan bertujuan untuk memberikan gambaran sistematis tentang suatu fenomena (sosial).
Teori mengandung tiga hal: Pertama, teori serangkaian proposisi antara konsepkonsep yang saling berhubungan. Kedua, teori menerangkan secara sistematis suatu fenomena sosial dengan cara menentukan hubungan sosial antara konsep. Ketiga,teori menerangkan fenomena tertentu dengan cara menentukan konsep mana yang berhubungan dengan konsep lainnya dan bagaimana bentuk hubungannya.

Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung, berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomena fenomena. Penelitian ilmiah sering di asosiasikan dengan metode ilmiah sebagai tata cara sistematis yang digunakan untuk melakukan penelitian.
Penelitian ilmiah juga menjadi salah satu cara untuk menjelaskan gejala-gejala alam. Adanya penelitian ilmiah membuat ilmu berkembang, karena hipotesis-hipotesis yang dihasilkan oleh penelitian ilmiah seringkali mengalami retroduksi.
I.              Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman daftar isi berfungsi untuk memudahkan pembaca mengetahui di halaman mana bab yang ingin dibacanya. daftar isi biasanya diletakkan setelah kata pengantar. daftar isi dibuat secara berurutan dari halaman paling awal hingga halaman paling akhir termasuk lampiran yang terdapat dalam makalah tersebut.

II.            Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan ilmiah. di dalam kata pengantar kita bisa menuliskan ucapan terimakasih kepada siapa saya yang pernah terlibat dalam pembuatan makalah, saya berikan contoh. terimakasih kepada Allah yang telah memberikan kesehatan selama proses pembuatan makalah ini. 

III.           Abstrak (Rangkuman/Inti sari)
Umumnya tidak lebih dari 200 kata, ditulis dalam satu paragraph
Ditulis untuk memotivasi orang agar membaca malakah
Berisi ringkasan makalah dengan memberikan penekanan pada:
a.     Masalah yang diselesaikan
b.    Metode yang dipakai
Hasil utama yang diperoleh

IV.           Pendahuluan
Pada bab pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
1.1  Latar belakang
Menguraikan tentang alasan penulis dan motivasi terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
1.2  Rumusan masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan dalam penelitian yang bersangkutan
1.3  Tujuan penelitian
Menggambarkan hasil-hasil yang diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban masalah yang diteliti
1.4  Sistematika penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari penulisan ilmiah atau skripsi

V.            Tinjauan pustaka / Landasan teori Isi dari tinjauan pustaka :

Bagian ini berisi 4 (empat) bagian utama yaitu:
·          Landasan teoritis. Bagian landasan teoritis memuat  tentang teori dasar yang relevan yang berasal dari pustaka mutakhir yang memuat teori, proposi, konsep atau pendekatan terbaru yang ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan untuk mencegah replikasi.
·          Hasil-hasil penelitian terdahulu/Kajian Empiris. Bagian ini memuat tentang fakta-fakta atau hasil kajian empiris yang relevan dengan judul/topik penelitian.
·          Kerangka Pemikiran. Kerangka berpikir penelitian di sintesis, di abstraksi dan di ekstrapolasi dari berbagai teori dan pemikiran ilmiah yang mencerminkan paradigma sekaligus tuntunan untuk memecahkan masalah penelitian dan merumuskan hipotesis.
·          Hipotesis Penelitian. Hipotesis merupakan proposisi keilmuan yang dilandasi oleh kerangka berpikir penelitian dengan penalaran deduksi dan merupakan jawaban sementara secara teoritis terhadap permasalahan yang dihadapi yang dapat diuji kebenarannya berdasarkan berdasarkan fakta empirik.

1.      Daftar pustaka
Daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel- artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi orang awam, bibliografi mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana seorang calon sarjana. atau seorang cendekiawan, daftar kepustakaan itu merupakan suatu hal yang sangat penting.
2.      Cara merujuk
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.

VI.            Kesimpulan 

Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa teori adalah merupakan seperangkat proposisi yang menggambarkan suatu gejala terjadi seperti itu. Proposisi proposisi yang dikandung dan yang membentuk teori terdiri atas beberapa konsep yang terjalin dalam bentuk hubungan sebab-akibat.

Dengan demikian teori juga bisa dikatakan suatu rangkaian prosedur-prosedur secara sistematis untuk membuat seperangkat konsep definisi dan proposisi yang mampu menjelaskan,meramalkan dan pengendalian sesuatu fenomena-fenomena untuk menemukan pengetahuan baru.

Sumber :
       
http://sanaky.staff.uii.ac.id/2011/07/02/teori-dalam-penelitian/#_ftn1
http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_ilmiah
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/11/pengertian-daftar-pustaka-kutipan-dan-catatan-kaki-2/
http://www.sisilain.net/2011/09/contoh-daftar-isi.html
http://belajarpsikologi.com/tag/pengertian-kata-pengantar/
http://pusatstudi.gunadarma.ac.id
/http://www.pustakasekolah.com/panduan-penulisan-proposal-penelitian-skripsi-llengkap.html

                 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar